Skip to content

Dari Ancelotti, Messi, hingga Ronaldo, Kenapa Banyak Bintang Tersandung Pajak di Spanyol?

admin, July 10, 2025

Fenomena bintang sepak bola dunia tersandung kasus pajak di Spanyol bukanlah cerita baru. Dari Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, hingga pelatih ternama seperti Carlo Ancelotti, semua pernah merasakan panasnya sorotan hukum Negeri Matador. Tapi mengapa Spanyol begitu sering menyeret nama-nama besar ke pengadilan pajak? Apakah ini murni penegakan hukum atau ada celah sistemik yang selama ini dimanfaatkan?


Pajak dan Popularitas: Kombinasi yang Rawan

Dalam dunia sepak bola modern, pemain tidak hanya menerima gaji dari klub. Ada pendapatan lain yang tak kalah besar: hak citra (image rights). Di sinilah sering muncul masalah. Banyak pemain mengalihkan pengelolaan hak citra ke perusahaan luar negeri, yang beroperasi di negara dengan pajak rendah (tax haven) seperti Kepulauan Virgin Britania Raya, Panama, atau Irlandia.

Praktik ini, meskipun tidak sepenuhnya ilegal, menjadi sasaran otoritas pajak Spanyol. Mereka menganggap bahwa pendapatan dari hak citra seharusnya dikenakan pajak di Spanyol jika pemain tersebut berdomisili dan bekerja di sana. Inilah titik utama dari banyak sengketa hukum.


Kasus Lionel Messi: Dari Legenda ke Terdakwa

Pada 2016, Lionel Messi dan sang ayah dijatuhi hukuman 21 bulan penjara (yang akhirnya diubah menjadi denda) karena menghindari pajak sebesar €4,1 juta. Pengadilan menyatakan bahwa mereka menggunakan perusahaan bayangan di Belize dan Uruguay untuk mengelola pendapatan hak citra antara 2007 dan 2009.

Meski Messi berdalih tidak mengetahui detail keuangan pribadinya dan mempercayakan semuanya pada sang ayah dan penasihat, pengadilan tetap memutuskan bahwa ketidaktahuan bukanlah pembelaan yang sah dalam hukum pajak.


Cristiano Ronaldo: €18,8 Juta dan Pengakuan Bersalah

Cristiano Ronaldo menghadapi masalah serupa. Pada 2019, ia akhirnya mengakui penggelapan pajak sebesar €14,7 juta yang berkaitan dengan pendapatan hak citranya selama ia bermain di Real Madrid. Ronaldo sepakat membayar denda sebesar €18,8 juta dan menerima hukuman 23 bulan penjara yang juga dikonversi menjadi denda karena tidak memiliki catatan kriminal sebelumnya.

Kasus ini menyita perhatian dunia karena menunjukkan bahwa bahkan atlet sekaliber Ronaldo pun tak kebal terhadap sistem hukum.


Carlo Ancelotti: Pelatih pun Tak Luput

Carlo Ancelotti, pelatih legendaris asal Italia, juga sempat tersandung kasus pajak di Spanyol. Ia dituduh menggelapkan pajak senilai lebih dari €1 juta selama masa jabatannya di Real Madrid pada tahun 2014 dan 2015. Tuduhan ini berkaitan dengan penghasilan dari hak citra yang juga dialihkan ke luar negeri.

Seperti halnya para pemain, Ancelotti diduga tidak melaporkan pendapatan tersebut dengan benar dalam laporan pajaknya.


Spanyol dan Pajak: Kenapa Begitu Ketat?

Ada beberapa alasan mengapa Spanyol menjadi negara yang begitu agresif dalam urusan pajak, khususnya terhadap pesohor sepak bola:

  1. Transparansi Sistemik dan Tekanan Publik
    Pemerintah Spanyol kerap berada di bawah tekanan untuk menunjukkan keseriusan dalam memberantas penghindaran pajak, terutama di tengah krisis ekonomi atau ketimpangan sosial.

  2. Reformasi Perpajakan dan Fokus pada Hak Citra
    Sejak 2010-an, otoritas pajak Spanyol memperketat regulasi dan pengawasan terhadap aliran uang dari hak citra, termasuk menelusuri perusahaan-perusahaan cangkang di luar negeri.

  3. Figur Publik sebagai Simbol Penegakan Hukum
    Menjatuhkan hukuman kepada pemain atau pelatih terkenal juga menjadi bentuk “percontohan hukum” agar masyarakat luas lebih patuh terhadap kewajiban pajak.


Celah Sistemik dan Peran Konsultan Pajak

Perlu dicatat bahwa banyak dari kasus ini berakar dari celah hukum yang dulunya sering dimanfaatkan oleh agen atau penasihat keuangan para pemain. Tidak sedikit pemain yang mengklaim bahwa mereka tidak memahami struktur keuangan mereka sendiri karena terlalu bergantung pada konsultan. Namun hukum Spanyol tidak mengakomodasi “ketidaktahuan” sebagai pembelaan sah.


Apakah Ini Akan Terus Terjadi?

Dengan pengawasan yang makin ketat, kemungkinan kasus-kasus baru akan terus muncul, meskipun dengan frekuensi lebih rendah. Klub-klub kini juga lebih berhati-hati dalam menyusun kontrak dan struktur pembayaran kepada pemain mereka. Namun, selama masih ada celah dalam sistem dan adanya motif untuk menghindari pajak besar, masalah ini mungkin tak akan pernah benar-benar lenyap.


Penutup

Fenomena pesepak bola ternama tersandung pajak di Spanyol adalah gambaran kompleks dari sistem perpajakan, bisnis hiburan, dan ketergantungan pemain pada penasihat mereka. Dari Messi, Ronaldo, hingga Ancelotti, semua menunjukkan bahwa popularitas dan kesuksesan tidak menjamin kekebalan hukum. Spanyol, dengan hukum pajaknya yang ketat dan sistem pengawasan yang aktif, telah menjadi panggung utama bagi pertarungan antara kekayaan dan keadilan fiskal.

Baca Juga: Momen Ngamuk Cole Palmer pada Nicolas Jackson: Tendang Tiang Gawang dan Teriak!

FIFA Liga Champions Liga Eropa Liga Inggris Piala Dunia Piala Dunia Antarklub

Post navigation

Previous post
Next post

Recent Posts

  • Chelsea Kena Tikung! Tottenham Selangkah Lebih Dekat Daratkan Xavi Simons
  • Kecewanya Jordy Tutuarima Usai Cetak Gol Perdana Untuk Persis Solo di BRI Super League
  • Ini yang Dikatakan Van Dijk ke Anthony Gordon Usai Tekel Horor
  • McTominay yang Rendah Hati: Lebih Dulu Bersinar di Serie A, Ngaku Butuh Nasihat De Bruyne
  • Manuver Mengejutkan Villarreal: Sikut Atletico Madrid, Boyong Bek Chelsea dengan Harga Selangit

Archives

  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025

Categories

pttogel
tvtogel
tvtogel
tvtogel
tvtogel
angkaraja
cvtogel
initogel
initogel
delapantoto
ptslot
ptslot
ptslot
toto macau 4d
togel online
©2025 | WordPress Theme by SuperbThemes